January 22, 2015

Libreria Eatery Surabaya

Semenjak cafe-cafe cozy bermunculan di Surabaya, aku jadi makin sedih kalo belum sempat pergi ke tempat A tapi tempat B yang baru udah muncul -___-
Libreria Eatery ini adalah salah satu cafe di Surabaya yang menarik perhatianku dan udah cukup lama eksis di dunia instagram. Karena sering batal pergi kesana, akhirnya Selasa, 20 Januari kemarin aku nekat pergi kesana dengan temanku.
Kita sengaja pilih weekdays jam pulang kantor buat menghindari keramaian, karena kita tahu kalo berkunjung saat weekend, crowdednya bakalan bikin susah napas.
Walaupun kita udah mikirin siasat bagus, tapi nyatanya hari itu Libreria masih tergolong ramai. Artinya cafe ini bener-bener sesuatu. Libreria Eatery letaknya ada di sebelah toko buku Uranus, Ngagel Jaya-Surabaya.
Untuk tempat di lantai satu ga terlalu luas, sekitar lima meja yang tersedia, dapur, kasir, rak buku, dan juga toilet.
Libreria juga menyediakan dessert dan cake yang di display disamping kasir. Mereka berasal dari Lareia, TooTooMoo, dsb.
Beberapa menu favorit mereka tulis di papan untuk memudahkan pengunjung memesan.
 Untuk pengunjung yang ingin memesan menu lainnya, Libreria juga menyediakan beberapa menu list di dekat meja kasir.
Menu list, klik gambar untuk memperbesar
Saat temanku antri dan memesan di kasir, aku segera berkeliling untuk melihat-lihat.
Sesuai dengan nama dan letak geografisnya, banyak sekali buku-buku yang ada. Selain itu cafe ini juga identik dengan tanaman kaktus dan bonsai.
Buat yang suka baca "Books are drugs for the imagination" kalo yang ga hobby, food is enough la xD
Berbagai jenis buku dan pajangan lainnya ada di rak ini. Bahkan ada juga buku pelajaran untuk para pelajar yang ingin membaca sambil nongkrong disini.
Sedangkan rak dekat tangga berisi macam-macam kaktus dan bonsai yang cukup eyecatching. Di samping rak ada tempat saus sambal yang bisa diambil sendiri oleh pengunjung sesuai selera.
Toiletnya terletak dibawah tangga dan hanya ada satu toilet untuk laki-laki dan perempuan.
Walaupun toiletnya jadi satu, tapi kebersihannya tetap terjaga. Aku sempat nengok kedalam, bersih dan ga ada bau-bau aneh :p
Selain itu ada wastafel dan beberapa kaca yang cukup besar. Cocok buat para ladies yang pengen benerin makeup atau mungkin selfie di kamar mandi lol.
Selesai berkeliling di lantai satu, aku langsung naik ke lantai dua dengan temanku untuk memilih tempat duduk.
Ternyata lantai dua lebih luas dan lebih mengejutkan dibanding lantai bawah.
Masih sama seperti lantai sebelumnya, disini juga identik dengan rak buku dan kaktus.
Ada juga hiasan dinding yang cukup bikin bingung karena banyak frame kosong, yang emang sengaja kosong atau mungkin belum diisi foto (?)
Di lantai atas ini ada gambar raksasa istimewa yang nunjukin identity Libreria.
Say Hi to my friend, Lusy.
Kayanya kita ga salah pilih duduk di lantai atas, atmospherenya lebih nyaman dan menyenangkan. Lampu yang ada juga cukup enak dipandang, dengan gaya elegant dan klasik.
Di dalam bohlam ada bohlam :p
Untuk para pengunjung yang lebih suka berada di ruangan outdoor, atau bahkan untuk perokok, Libreria menyediakan tempat di luar (balkon) yang ga kalah nyaman dengan ruangan indoor mereka.
Cocok buat para pasangan yang pengen romantis-romantisan, atau satu genk yang pengen ketawa jejeritan.
Seperti yang aku bilang di awal, hampir di setiap bagian ruangan kita bisa nemuin tanaman kaktus dan bonsai.
Suka banget sama konsepnya >_<
Setelah lumayan puas dan malu jepret seluruh area cafe, aku balik lagi ke tempat dudukku didalam.
Saat memesan, kasir memberikan satu pot kaktus kecil yang ada nomer mejanya. Kita akan langsung bayar saat memesan. Sebelum lanjut ke pesanan, kita tadinya sempat was-was waktu mau bayar bill, karena kita berdua ga bawa uang cash, dan waktu itu mbaknya bilang mesin debitnya trouble karena ga ada sinyal.
Di tengah-tengah kepanikan, kita ngasih tahu mbaknya kalo kita ga bawa uang cash, akhirnya mbaknya mau mereset mesin debit dan problem solved #fiuhh
Oke, cerita berlanjut saat kita nungguin pesanan datang. Lusy akhirnya memanfaatkan waktu dengan ngetest wifi dari Libreria.
 Ga berapa lama minuman akhirnya datang, aku memesan Green Tea Frappe sedangkan Lusy Strawberry Smoothies.
Green Tea Frappe
Biasanya aku suka sama yang berbau green tea latte, tapi kaya nya kali ini aku salah pesan, entah kenapa aku kurang bisa menikmati minuman ini. Apa ya yang bikin agak aneh @_@
Not really bad, Green Tea Frappe 6/10.
 Penyesalanku semakin mendalam waktu aku cobain Strawberry Smoothies punya Lusy, rasanya pas banget, milk, manis, dan asam (kecut) strawberrynya terasa match, jadi ga bakalan eneg minum ini.
Strawberry Smoothies get 8,5/10.
Strawberry Smoothies
Selang sekitar 10 menit, akhirnya makanan kita datang, aku memesan Coney Dog, Lusy memesan Chicken Katsu Woku. Sebenernya sebelum memesan, aku sempat stalk instgram Libreria dan kebanyakan pengunjung memesan Coney Dog ini.
Aku cukup kaget dengan porsi yang lumayan gede ini. Beruntungnya, aku ga perlu merasa menyesal dengan pesananku kali ini. Coney Dog ini isinya adalah hot dog buns yang rasanya seperti roti kebanyakan, dengan sosis jumbo, daging cincang, dan keju mozzarella, juga komplit dengan kentang gorengnya. Karena di menu list disebutin jumbo sausage, mereka bukan omdo belaka. Sosisnya bener-bener gede, taste good bikin puas. Selain itu ada juga sayuran segar seperti wortel, selada, dan timun yang diiris tipis mirip kertas.
Coney Dog
Libreria sama sekali ga salah karena udah masukin menu ini ke menu favorit mereka. Dengan kondisi lapar sehabis pulang kerja, coney dog ini bisa bikin aku kenyang tanpa harus makan malam lagi dirumah.
9/10 for Coney Dog.
Selanjutnya adalah pesanan Lusy yang sebelumnya udah terencana karena opsi include nasi putih.
 Dilengkapi dengan sayuran segar, nasi putih, chicken katsu, dan bumbu (woku sauce). Aku dan Lusy sebelumnya kurang paham tentang woku sauce, dan kita merasa bumbunya agak aneh, terasa pedas sedikit, asam (kecut) dan errr susah dijelasin.
Chicken Katsu Woku
Waktu aku nyicipin menu Lusy aku ambil bagian yang paling pinggir. Karena paling pinggir, chickennya agak keras sampai-sampai bikin bracket gigi ku lepas saat itu juga lol.
Sepertinya kita berdua terlalu ndeso untuk tahu woku sauce, sehingga kita merasa asing.
Chicken Katsu Woku 6,5/10.
Setelah cukup lama jepret semua pesanan, Lusy mulai ngeluh laper karena aku kelamaan :D
Dan akhirnya dia dengan ga sabar mulai makan pesanannya,
Lusy's Madness
Awalnya aku mencoba untuk makan dengan tenang dan anggun *makancantikalasyahrini
Tapi apadaya kita ga bisa nahan lapar yang melanda sehabis pulang kerja, akhirnya semua makananpun ludes.
Widya's Madness
Karena piringnya bersih tak bersisa, pupus sudah harapan untuk makan dengan anggun T___T
Update status BBM biar kelihatan eksis xD
Pesanan kita berdua menghabiskan uang sebesar IDR 131.000. Ga terlalu mahal, worth it.
Di nota, aku ga menemukan ada pajak, jadi harga yang tertera sepertinya udah include PPN.
Karena kita lumayan penasaran, kita juga sempat baca beberapa buku yang ada di rak.
Look like a smart girl :p
Wanita karir juga perlu membaca :D
Overall kita puas banget mampir kesini, karena ga semua menu favorit bisa kita pesan dalam satu waktu, kita masih pengen balik lagi kesana :)


Libreria Eatery

Good Food • Good Book • Good Music
Jl. Ngagel Jaya 89-91 (Sebelah Toko Buku Uranus Ngagel)
Surabaya
Instagram: @libreriaeatery
Web: http://www.libreriaeatery.com/
Opening hours, 10am - 11pm (last order on 10.30pm)

Green Tea Frappe IDR 29.000
Strawberry Smoothies IDR 29.000
Coney Dog IDR 42.000
Chicken Katsu Woku IDR 31.000




January 20, 2015

Review Sariayu Putih Langsat Lulur Spa 2 in 1 [with Red Algae]

Hallo ^^
Awal tahun ini kaya nya banyak banget syndrome males yang terjadi, salah satunya males nulis dan update blog -___-
Di tengah kemalasan ini, aku akan review produk yang udah aku beli untuk kedua kalinya. Dulunya aku bukan type orang yang rajin luluran, bahkan sampai sekarang juga ga. Tapi sebenernya aktivitas ini cukup penting buat manjain kulit kita, biar agak bersihan dikit, dan ga kumel :p
Apalagi kalo kita pergi ke tempat spa, kulit kita bakal dimanjain lebih, tapi budgetnya cukup bikin kepikiran juga. Karena itu, aku memilih buat luluran sendiri dirumah.
Karena produk ini udah cukup lama aku pakai, jadi stickernya juga udah mulai rusak dikit-dikit. Pertama kali beli Sariayu Red Algae ini karena aku kesemsem sama wanginya, dan akhirnya waktu udah abis kebeli juga barang yang sama.

Packaging
Seperti lulur kebanyakan, packaging Sariayu Red Algae ini terbuat dari hard plastic yang cukup bulky dengan dominan warna pink, model tutupnya adalah ulir yang juga berwarna pink. Dengan isi 175 gram, produk ini lumayan awet bisa dipakai untuk dua/tiga bulanan.
Pada kemasan, terdapat deskripsi produk dan expired date.
Lulur ini diproduksi oleh Sariayu, Martha Tilaar yang telah memiliki no POM dan sertifikat ISO. Disebutkan juga bahwa produk ini "No Animal Testing, Dermatologically Tested". Mereka juga mencantumkan expired date, disini tertulis best before 0117 (Januari 2017).

Product Description
"Jadikan kulit putih cerah, harum dan lembut terawat dengan Sariayu Putih Langsat Lulur Spa 2 in 1. Diperkaya dengan ekstrak alami dari Red Algae untuk membantu melembabkan dan mengencangkan kulit, dan minyak essensial mawar yang dapat membantu memberikan ketenangan.
Get bright, fragrant and soft skin with Sariayu Putih Langsat Lulur Spa 2 in 1. Enriched with natural extract from Red Algae scrubs to help maintain moisture and firming skin. Plus Rose essential oil for relaxing aromatherapy."

Ingredients: Water, Stearic Acid, Cetyl Alcohol, Polyethylene, Glycerin, Olive Oil, Lactic Acid, Tocopheryl Acetate, Sodium Carboxymethyl Cellulosa, Sodium Hydroxide, Cocamide DEA, Glycol Distearate, Sodium Laureth Sulfate, Cocamide MEA, Laureth-10, Euchema Spinosum (Red Algae) Extract, Lansium Domesticum (Langsat) Extract, Phyllanthus Niruri (Meniran) Extract, Rosa Centifolia (Rose) Flower Oil, Carbomer, Methylparaben, Methylcloroisothiazolinone, Methylisothiazolinone, Fragrance.
(sejujurnya susah banget ngetik dan ngucapin ingredients yang bahasanya bikin lidah keseleo T__T)

Alga Merah (Red Algae)
Dari beberapa sumber yang aku baca, alga merah biasanya digunakan untuk pembuatan bahan makanan seperti agar-agar. Tapi selain itu alga merah juga bermanfaat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, melindungi produksi kolagen yang diperlukan kulit sehingga kulit lebih sehat, lembab, dan elastis. (source, http://artikelkesehatanwanita.com/tips-cantik-dengan-alga.html)

Sariayu Putih Langsat Lulur Spa 2 in 1 ini bisa digunakan setiap kali mandi untuk hasil yang optimal, tapi karena sering males, biasanya aku pake seminggu satu sampai dua kali.

Caution, Hentikan pemakaian bila terjadi alergi/iritasi.

Texture
Lulur ini teksturnya cream padat berwarna pink dengan scrub yang juga berwarna pink. Seperti yang aku bilang di awal, aku suka banget aromanya, wanginya seperti floral rose yang bikin seger.
Entah kenapa setiap lihat scrub sambil cium wanginya bikin pengen luluran, mungkin karena efek scrubnya yang berwarna pink >_<
Bahkan kalo sekilas dilihat, lulur ini lebih mirip yogurt strawberry :D

Saat di swatch di tangan, warnanya lebih terlihat putih dibanding pink.
Biasanya sebelum luluran aku,
1. Mandi dulu dengan menggunakan body wash atau body soap, maksudnya untuk membersihkan badan dari kotoran dan debu, biar lulurnya bisa bekerja maksimal.
2. Keringkan badan setelah mandi dengan menggunakan handuk, sebaiknya ga sampai kering 100% untuk menghindari kulit iritasi terkena scrubnya.
3. Aplikasikan lulur ke semua bagian, khususnya di bagian lipatan tubuh.
4. Diamkan selama kurang lebih 5-10 menit (bisa sambil sing a song lol).
5. Gosok semua bagian dengan sedikit tenaga untuk mengangkat sel-sel kulit mati.
6. Bersihkan badan sampai tak ada scrub/lulur yang menempel.
7. (Optional) Bersihkan badan dengan body wash/body soap. Kalo aku pribadi biasanya cukup bilas dengan air sampai bersih setelah luluran.
8. Aplikasikan body lotion/body butter.

Setelah swatch di tangan, aku gosok beberapa kali, dan hasilnya srubnya berubah menjadi agak kotor.
 Setelah dibilas dengan air, tanganku menjadi lebih halus dan lembab. Wanginya juga masih nempel walaupun ga sekuat sebelumnya. Untuk scrubnya menurutku agak sedikit kasar di bagian kulit tertentu, tapi ini tergantung kondisi kulit masing-masing.

Pros
- Wanginya floral rose menyegarkan
- Isinya banyak untuk pemakaian 2-3 bulan
- Membersihkan dan mengangkat sel kulit mati
- Menghaluskan kulit
- Melembabkan kulit
- Mencerahkan kulit untuk pemakaian teratur 
- No Animal Testing&Dermatologically Tested
- Harganya terjangkau
- Mudah didapatkan di supermarket dan toko-toko

Cons
- Mengandung paraben :(
- Scrubnya agak kasar

Repurchase? Maybe, setelah dipikir-pikir pengen juga cobain yang lain :p

Price, kurang lebih IDR 20.000.

Have you ever try this product?
Ada yang punya body scrub atau lulur andalan lain?